Inspirational Prayer of the Day

Rabu, 04 September 2013

kepribadian Plegmatis

Phlegmatik (Phlegmatic) - Cairan phlegma - Lambat - “Cinta Damai”. Kelompok ini tak suka terjadi konflik, karena itu disuruh apa saja ia mau lakukan, sekalipun ia sendiri tidak suka. Baginya kedamaian adalah segala-galanya. Jika timbul masalah atau pertengkaran, ia akan berusaha mencari solusi yang damai tanpa timbul pertengkaran. Ia mau merugi sedikit atau rela sakit, asalkan masalahnya tidak terus berkepanjangan. Kaum phlegmatis kurang bersemangat, kurang teratur dan serba dingin. Cenderung diam, kalem, dan kalau memecahkan masalah umumnya sangat menyenangkan. Dengan sabar ia mau jadi pendengar yang baik, tapi kalau disuruh untuk mengambil keputusan ia akan terus menunda-nunda. Kalau anda lihat tiba-tiba ada sekelompok orang berkerumun mengelilingi satu orang yang asyik bicara terus, maka pastilah para pendengar yang berkerumun itu orang-orang phlegmatis. Sedang yang bicara tentu saja sang Sanguinis. Kadang sedikit serba salah berurusan dengan para phlegmatis ini. Phlegmatis memiliki sifat alamiah pendamai. Ia biasanya menghidari kekerasan. Karena itu jugalah ia adalah orang yang mudah diajak bergaul, ramah, dan menyenangkan. Ia adalah tipe orang yang bisa membuat sekelompok orang tertawa terbahak-bahak oleh humor-humor keringnya, tetapi ia sendiri tidak tertawa. Ia adalah pribadi yang konsisten, tenang, dan jarang sekali terpengaruh dengan lingkungannya. Inilah yang membuatnya hampir-hampir tidak pernah terlihat gelisah. Di balik pribadinya yang dingin dan malu-malu, sesungguhnya ia memiliki kemampuan untuk dapat lebih merasakan emosi yang terkandung pada sesuatu. Karena sifatnya yang menyukai kedamaian dan tidak menyukai pertikaian, ia cenderung menarik diri dari segala macam keterlibatan. Hal inilah yang sering kali menghambatnya untuk menunjukkan kemampuannya secara total. Sering kali mereka hanya menggunakan 30%-50% dari kemampuan mereka.

Plegmatis itu garis besarnya adalah si pencari damai. Kalau dibagi antara introvert atau ekstrovert, maka plegmatis termasuk orang yang introvert. Mereka tidak biasa mengekspresikan perasaan atau menyampaikan pikirannya. Hal itu disebabkan mereka tidak ingin 'merusak' keadaan di sekelilingnya -pencari damai. Orang plegmatis memilih diam dan menghindari konflik dengan keadaan di sekelilingnya. Mereka juga cenderung jarang marah, karena mereka berpikir marah2 hanya merusak kedamaian dan kestabilan dirinya, atau mengganggu kestabilan dirinya dan lingkungannya-si pencari damai. Maka dari itu, bila orang plegmatis marah, artinya hal yang membuatnya marah telah keterlaluan dan membuat mereka keluar dari zona damai nya.

Orang plegmatis cenderung tidak tau apa yang diinginkan, asal smua baik2 saja, its oke. So, seringkali plinplan..karna ga mau ngambil resiko. Saya pikir, karena punya 'keinginan utk hidup dalam ketenangan', hal itu membuat orang plegmatis memiliki tingkat kelembaman yang cukup tinggi. Mereka susah untuk bergerak, kecuali ada motivasi. Masalahnya, karna mereka cenderung nyaman dengan keadaannya, mereka sulit untuk menumbuhkan motivasi dari dirinya. Perlu ada suatu dorongan dari luar, tapi orang plegmatis tidak suka dipaksa.

Utk pemimpin, kurang bagus, soalnya pemimpin itu musti orang yang 'knows the way, show the way, and GOES the way..". Seringkali pemimpin yg plegmatis tidak bisa Goes the way,, karena cenderung banyak pertimbangan dan tidak mau keluar dari zona damai-nya. Padahal, kadang utk meng-fix-an masalah, dibutuhkan keberanian utk me-mess up anything -even everything if needed- to find out what's wrong behind it..ya tak?:D karena itu dalam hal memimpin, orang dengan sifat koleris lebih bisa diandalkan.
ya,,ini sih sesuai pengalaman saya sajah. Tapi sjujurnya, saya lebih suka pemimpin yang memiliki campuran plegmatis cukup dominan, karena mereka tidak akan memaksakan kehendak dan caranya ke orang lain:)

Dalam menghadapi suatu keadaan, sekalipun memperhatikan, orang plegmatis jarang mengambil tindakan. Karena tidak mau menganggu kedamaian dirinya, mereka lebih sering tidak mengambil pusing.. juga ketika ada suatu konflik yang tidak terlalu berhubungan langsung dengannya, mereka pun cenderung diam -sebenarnya lebih ke egois- karena tidak ingin mengganggu kestabilan yang sudah ada dalam dirinya. Segi positifnya, kadang2 klo soal konflik, senang klo ketemu orang plegmatis, karena mereka tidak akan memperkeruh suasana, walaupun kadang susah juga menjadi solusi karena mereka cenderung enggan berpendapat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar